Thursday, May 21, 2009

First there was a blog - Memperingati Hari Blogger Nasional 27/10

Posting ini juga dapat dibaca di buku dengan tajuk "100 Blogger Bicara" hasil kerja keras teman-teman dari BlogFam dan penerbit Gradien Mediatama. Image modification by Ronceh nang Yogya


Pada awalnya

Blog adalah tentang manusia dan hubungan antar manusia yang disampaikan lewat cerita yang kita bagi diblog kita masing-masing. Kekuatan bercerita yang dimungkinkan oleh blog serta tersedia untuk siapa saja itu yang pertama kali membuat saya tertarik untuk ngeblog.

Saya mulai ngeblog pada tahun 2001, tapi sepertinya bibit-bibit ngeblog sudah mulai hadir 8 tahun sebelumnya saat saya masih duduk di bangku SMP.

Naik ke kelas 2 SMP saya mulai menulis buku harian, mencatat apa yang terjadi pada diri saya setiap hari. Saat itu saya berpikir bahwa hari-hari yang saya lalui dipenuhi dengan banyak hal yang baru pertama kali terjadi di pada diri saya, dan alangkah sialnya dan malangnya kalau saya melupakan hal-hal tersebut. Pertama kali bermain sendiri dengan teman-teman, pertama kali pulang malam, pertama kali malam mingguan berpura-pura jadi orang dewasa, pertama kali mendapat surat cinta atau menyatakannya. Saya merasa hidup baru bermula saat itu dan saya harus mencatatnya!

Percepat 7 tahun ke depan, dengan kombinasi ketertarikan pada Internet yang baru hadir beberapa tahun di Indonesia, saya kembali mencari media personal yang saya bisa gunakan untuk mecatat dan bercerita.

Di tahun 2001, tanpa sengaja, dan bermula serupa dengan cerita semua blogger rasanya, saya menemukan yang namanya blog.

Apa ini? Saya bertanya. Bagaimana orang menggunakannya? Di saat itu pun saya sudah merasa bahwa saya berhadapan dengan sesuatu yang lebih besar dari tampilannya.

Berikutnya selain membuat blog saya sendiri, saya kemudian juga membuat riset panjang yang saya tuliskan dalam tulisan “Apa itu blog?” yang tidak hanya mencoba menerangkan apa itu blog, tapi juga sejarahnya, budayanya, pengguna-penggunanya.

Pada tahun 2001, Blogger Indonesia dapat dihitung dengan jari. Hampir semua saya link dari blog saya. Untuk menemukan blog yang menarik tidak ada cari lain selain meng-klik link-link di blog teman kita. Sebaliknya pun untuk membaca blog teman kita, tidak ada cara lain selain dengan memeriksa blog teman kita satu persatu.

Tidak ada fasilitas komen yang terintegrasi, tidak ada fasilitas untuk mengupload gambar secara otomatis, tidak ada trackback, tidak ada RSS.

Blog adalah blog saat itu, tempat kita berbagi dan berekspresi. Tempat kita mencatat dan bercerita.



Lalu kemudian

Di tahun 2002, kebetulan saya mengikuti istri saya tinggal di Bangkok, Thailand. Blog menjadi sebuah media kami untuk sedikit mengobati rasa rindu pada tanah air. Sedikit peluang untuk masih mengecap canda dan tawa serta cerita dengan teman-teman di Indonesia.

Tapi ternyata perasaan saya pertama tadi betul. Blog lebih besar dari yang tampak di permukaannya.

Di tahun-tahun ini, begitu banyak blog dan inovasi yang banyak orang lakukan dengan blog. Muncul blog audio (podcast), blog fotografi yang kemudian disusul dengan blog video (vlog).

Blog rupanya akan menyelamatkan dunia. Blog digunakan untuk memberdayakan masyarakat, menambah kualitas pendidikan, memasarkan produk, mengabarkan kata-kata baik tentang perusahaan.

Blogger makin banyak dan tumbuh. Konsumerism digantikan oleh Produserism.

Manusia makin dimanusiakan oleh teknologi, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, seorang individu tidak lagi dibatasi untuk menjadi seorang produser materi.

Konten-konten bermunculan. Puluhan, ratusan bahkan ribuan topik hadir.

Dari blog behind the scene-nya sang sutradara Joko Anwar saat memproduksi filmnya ”KALA” (http://deadtimethemovie.blogspot.com/), hingga blog Intelejen Indonesia (http://intelindonesia.blogspot.com)yang membahas isu-isu intelejensia secara anonimus.

Dari blog penggemar klab sepak bola Persib Bandung (http://persib.wordpress.com/) hingga blog-nya Bang Reinhard Hutagaol (http://reinhardjambi.wordpress.com/) seorang perwira polisi yang mengemban tugas PBB di Darfur, Sudan.

Topik dan tema yang muncul di blogsphere tidak pernah habis. Seperti kata Mao Zedong, sang Ketua Partai Komunis China, ”Biarkan ribuan bunga bermekaran”.

Memang ada sebuah rasa kolektifitas yang tumbuh disertai selera melawan kemapanan yang diemban oleh blog dan blogger.

Melawan kemapanan media dan menara-menara gading pusat informasi. Infomasi kini bebas untuk dimiliki siapa saja dan bukan hak kemewahan media beserta redaktur, editor, pemimpin perusahaan dan gerombolan pengiklannya.

Informasi kini bebas merdeka dan dapat dimiliki serta dimulai hanya dari seorang blogger.



Sekarang ini

Blog dapat dibandingkan dengan kehadiran mesin cetak yang dibuat oleh Johaness Gutenberg di tahun 1439.

Sebelum Gutenberg menciptakan mesin cetak mudah dan murah (alat cetak Movable Type) informasi dalam bentuk buku dan ide-ide dimonopoli oleh institusi kemapanan seperti gereja dan kaum bangsawan semata.

Penyebaran ide lewat buku yang dipermudah dan diperluas oleh alat cetak Gutenberg membuat, dalam waktu singkat, buku dan ide pembebasan dapat dinikmati oleh orang biasa. Masa pencerahan (Renaissance) menjadi bukti nyata dengan dampak luar biasa yang kita rasakan sekarang yang dimulai dari sebuah alat pembebas informasi tersebut.

Berbahagialah teman, sejarah terulang kembali dan kita tengah berada dipusatnya. Blog membuat, untuk kedua kalinya, informasi menjadi bebas kembali.

Dua hal yang dibebaskan oleh blog adalah biaya produksi dan biaya distribusi dari informasi. Dengan blog tidak lagi kita dibebani biaya memproduksi sejuta lembar kertas berisi ide yang ingin kita sampaikan. Dengan blog tidak lagi kita dibebani biaya distribusi menyebarkan sejuta lembar kertas tersebut.

Dengan sebuah blog, tanpa biaya berarti, satu juta orang dapat membaca informasi yang hendak kita sampaikan.

Apa yang bisa kita perbuat dengan kebebasan ini, apa sumbangsih nyata blogger untuk masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia?

Hidup kita jadi lebih kaya, kaya budaya, kaya informasi, ada sebuah kecerdasan dan kesadaran kolektif yang muncul dan tumbuh di dunia blogosphere.

Saat ini ada 500 ribu blogger di Indonesia, 500 ribu orang, generasi pemroduksi konten yang sudah nyaman menggunakan blog untuk mengirim dan menerima informasi

500 ribu individu dengan sikap yang lebih partisipatif, terbiasa menuangkan pikiran dalam tulisan, berbuat sesuatu dan tidak berpangku tangan, berpikir secara terbuka dan aktif mencari dan membagikan informasi.

Dan jumlahnya bertumbuh sangat cepat, berkali lipat 2 kali setiap 6 bulan sekali.

Kalau itu bukan sebuah masa depan yang lebih baik maka saya tidak tahu harus kita sebut dengan apa.

Blog dan alat-alatnya sudah makin mudah digunakan. Fasilitas sudah tersedia. Tahun 2007 Blogger Indonesia berhasil membuat sebuah acara nasional untuk pertama kalinya Pesta Blogger 2007 (www.pestablogger.com), media massa secara aktif membahas dan mengutip blog.

Pertanyaan, peran dan kemudian ”tanggung jawab” yang blogger usung menjadi lebih serius, luas dan berat.

Blog mungkin dan akan merubah dunia, menjadi dunia yang lebih baik, menjadi dunia dimana tidak ada lagi monopoli terhadap penyebaran informasi.

Dunia Blogosphere Indonesia sudah makin matang dan dalam, tapi diluar itu semua, yang saya rindukan sebenernya bukan itu.

Lewat blog saya ketemu dengan banyak orang, lewat blog saya berbagi kisah, rasa dan cerita dengan teman-teman yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan untuk bertemu.

Lewat blog kami bercerita tentang pasangan, tentang kehidupan, tentang pacar yang baru ketemu, tentang pacar yang tak akan kembali lagi, tentang pernikahan, tentang kelahiran seorang buah hati, tentang orang tua, tentang sahabat terdekat. Tentang perpisahan, tentang perceraian.

Bercerita tentang blog adalah bercerita tentang para penulisnya, tentang para bloggernya.

Lewat blog kami bercerita dan lewat blog kami menjadi manusia lagi.

Selamat Hari Blogger Nasional!

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Sampai ketemu di Pesta Blogger 2008, tanggal 22 November nanti!

VIVAT BLOGGER INDONESIA!

No comments:

Post a Comment

Post a Comment